A fine WordPress.com site

Monthly Archives: November 2012

LinkedIn

LinkedIn adalah jaringan professional terbesar di dunia. Sekarang ini LinkedIn memiliki 161 juta anggota pada lebih dari 200 negara. LinkedIn membantu para professional untuk terhubung satu sama lain dengan cara membuat dan mengelola identitas professional mereka serta menyediakan jaringan. LinkedIn mengimplementasikan platform untuk berbagai jenis pengguna, yang mana memberikan pelayanan berbeda pada kategori pengguna berbeda.

LinkedIn memberikan beberapa pelayanan dalam bentuk free alias gratis seperti contohnya; manajemen identitas professional menggunakan tools seperti Profile dan Profile stats; sebuah alat manajemen untuk mengelola jaringan professional seperti LinkedIn Connections, Invitations, dan Introductions; Akses kepada pengetahuan dan wawasan terhadap tools seperti LinkedIn Groups, Network Updates, News, Answers, dan lain-lain.

Layanan berbayar (premium) yang disediakan oleh LinkedIn adalah LinkedIn InMails dan Profile Stats Pro. Pengguna bisa meng-upgrade dari akun biasa ke akun Business, Business Plus, atau Executive. Akun-akun premium akan memberikan pelayanan akses kepada layanan premium pula.

Platform LinkedIn mengandalkan efek jaringan untuk para anggotanya. Ini membantu untuk menumbuhkan jaringan melalui koneksi-koneksi baru. Jika jumlah koneksi anggota bertambah, maka kekuatan dari jaringan akan bertambah pula. Semakin banyak jaringan yang bertambah kuat, maka semakin menarik jaringan tersebut untuk pengguna pada jenis yang berbeda. Contoh jenis pengguna berbeda adalah Recruiter dan Pengiklan.

Pendapatan LinkedIn terbagi menjadi tiga jenis yaitu Hiring Solutions (untuk recruiter), Marketing Solutions (untuk pengiklan), dan premium subscriptions. Untuk tahun 2011, tiga jenis pendapatan ini berkontribusi sebesar 50%, 30%, dan 20% untuk total pendapatan LinkedIn yang memiliki nilato total sebesar $522,000,000.

Dibawah ini adalah Business Model secara detil dari LinkedIn

Fikri Hafidz Hasibuan | 19009023

Advertisements

IDEO Company

IDEO adalah sebuah perusahaan konsultansi desain dan inovasi internasional yang didirikan di California, Amerika Serikat. Perusahaan ini membantu untuk mendesain pengalaman produk, jasa, lingkungan dan digital. Selain itu, IDEO baru-baru ini juga terlibat dalam konsultasi manajemen dan desain internasional.

IDEO sering dinobatkan sebagai perusahaan yang paling inovatif oleh badan peringkat bisnis dunia. Hal ini dikarenakan IDEO memiliki bisnis utama untuk membantu organisasi pemerintah dan swasta untuk tumbuh dan berinovasi. Perusahaan ini mengidentifikasi cara-cara baru untuk melayani dan mendukung masyarakat dengan menemukan kebutuhan, perilaku, dan keingingan tersembunyi dalam setiap orang.  IDEO selalu berusaha dalam membangun budaya kreatif dan sistem internal yang cocok untuk mengembangkan inovasi dan membuat usaha kreatif baru.

Pendekatan utama yang dilakukan oleh IDEO adalah Design Thinking. Berpikir seperti seorang desainer bisa mengubah cara organisasi dalam mengembangkan produk, layanan, proses, dan strategi. Pendekatan ini, yang dipanggil dengan Design Thinking, menyatukan hal-hal menarik dari sudut pandang manusia dengan hal yang dapat diimplementasikan secara teknologi dan ekonomi. Pendekatan ini juga membuat orang yang tidak terlatih sebagai desainer untuk bisa menggunakan alat-alat kreatif dalam menghadapi berbagai macam tantangan.

Berikut quote dari CEO IDEO mengenai Design Thinking.

Design thinking is a human-centered approach to innovation that draws from the designer’s toolkit to integrate the needs of people, the possibilities of technology, and the requirements for business success.” —Tim Brown, IDEO’s CEO

Fikri Hafidz Hasibuan | 19009023


Pada suatu ketika, Louis Pasteur tinggal di antara rumah tetangga-tetangganya yang sangat berisik sehingga setiap hari dia selalu sebel. Selain itu, dia juga sering dimaki-maki tanpa alasan oleh tetangganya bernama Galileo Galilei yang membuat pusing Louis Pasteur menjadi dobel. Karena sudah tidak tahan lagi dengan keadaan ini, maka Louis Pasteur pun memutuskan untuk merantau ke Bandung.

Sesampainya di kota tujuan, dia segera menghubungi teman lamanya yang tinggal di Bandung yang bernama Aristotle. Aristotle yang melihat Louis Pasteur kelaparan segera mengajaknya ke rumah makan timbel yang merupakan ciri khas Bandung. Di tengah perjalanan, mobil mereka ditabrak oleh kakek-kakek bernama Euclid karena dia tidak melihat kendaraan di depan. Ternyata kakek tersebut sedang keasikan menceritakan kisah fabel ke cucunya yang berada di mobil. Seusai meminta maaf, sang kakek bercerita bahwa dia tidak memiliki uang dan menyarankan agar mereka pergi ke tempat anaknya yang bernama Moses yang memiliki usaha mebel sukses, untuk meminta ganti rugi kecelakaan tersebut. Aristotle dan Louis Pasteur pun bergegas ke tempat Moses.

Sesampainya di tempat, Moses segera bercerita bahwa dia memiliki kenalan seorang tukang bengkel bernama Charles Darwin yang bisa memberikan layanan bengkel murah. Mereka kemudian bergegas ke bengkel tersebut dan akhirnya mobil Aristotle diperbaiki serta bannya yang tadinya kempes juga ditambal. Sebagai permintaan maaf Moses, dia juga meminjamkan seorang supir bernama Shi Huang Ti agar Aristotle dan Louis Pasteur tidak kelelahan dalam menghadapi macet yang sangat bejubel di perjalanan. Lalu, mereka pun memutuskan kembali ke rumah makan timbel untuk melepas rasa lapar.

Sesampainya di sana, mereka mendapati seorang pramusaji bernama Augustus Caesar yang sedang memberi label ‘reserved’ untuk meja yang sudah dipesan oleh pelanggan. Ternyata semua meja sudah dipesan. Karena itu, Aristotle dan Louis Pasteur menjadi marah-marah dan merusak restoran karena kelaparan. Seorang tamu bernama Nicolaus Copernicus melemparkan sambel ke arah mereka karena merasa terganggu ketika makan. Aristotle dan Louis Pasteur pun akhirnya ditangkap pihak security dan disuruh untuk membantu Antoine Laurent Lavoisier mencuci piring di dapul sebagai hukuman.

Fikri Hafidz Hasibuan | 19009023