A fine WordPress.com site

Category Archives: Tugas 5

Pada suatu ketika, Louis Pasteur tinggal di antara rumah tetangga-tetangganya yang sangat berisik sehingga setiap hari dia selalu sebel. Selain itu, dia juga sering dimaki-maki tanpa alasan oleh tetangganya bernama Galileo Galilei yang membuat pusing Louis Pasteur menjadi dobel. Karena sudah tidak tahan lagi dengan keadaan ini, maka Louis Pasteur pun memutuskan untuk merantau ke Bandung.

Sesampainya di kota tujuan, dia segera menghubungi teman lamanya yang tinggal di Bandung yang bernama Aristotle. Aristotle yang melihat Louis Pasteur kelaparan segera mengajaknya ke rumah makan timbel yang merupakan ciri khas Bandung. Di tengah perjalanan, mobil mereka ditabrak oleh kakek-kakek bernama Euclid karena dia tidak melihat kendaraan di depan. Ternyata kakek tersebut sedang keasikan menceritakan kisah fabel ke cucunya yang berada di mobil. Seusai meminta maaf, sang kakek bercerita bahwa dia tidak memiliki uang dan menyarankan agar mereka pergi ke tempat anaknya yang bernama Moses yang memiliki usaha mebel sukses, untuk meminta ganti rugi kecelakaan tersebut. Aristotle dan Louis Pasteur pun bergegas ke tempat Moses.

Sesampainya di tempat, Moses segera bercerita bahwa dia memiliki kenalan seorang tukang bengkel bernama Charles Darwin yang bisa memberikan layanan bengkel murah. Mereka kemudian bergegas ke bengkel tersebut dan akhirnya mobil Aristotle diperbaiki serta bannya yang tadinya kempes juga ditambal. Sebagai permintaan maaf Moses, dia juga meminjamkan seorang supir bernama Shi Huang Ti agar Aristotle dan Louis Pasteur tidak kelelahan dalam menghadapi macet yang sangat bejubel di perjalanan. Lalu, mereka pun memutuskan kembali ke rumah makan timbel untuk melepas rasa lapar.

Sesampainya di sana, mereka mendapati seorang pramusaji bernama Augustus Caesar yang sedang memberi label ‘reserved’ untuk meja yang sudah dipesan oleh pelanggan. Ternyata semua meja sudah dipesan. Karena itu, Aristotle dan Louis Pasteur menjadi marah-marah dan merusak restoran karena kelaparan. Seorang tamu bernama Nicolaus Copernicus melemparkan sambel ke arah mereka karena merasa terganggu ketika makan. Aristotle dan Louis Pasteur pun akhirnya ditangkap pihak security dan disuruh untuk membantu Antoine Laurent Lavoisier mencuci piring di dapul sebagai hukuman.

Fikri Hafidz Hasibuan | 19009023